Jumat, 8 Agustus 2025, suasana Auditorium Kampus B2 STT Terpadu Nurul Fikri terasa berbeda. Sejak pukul 13.00 WIB, para dosen berkumpul dalam sebuah kegiatan yang memadukan kebersamaan dan penguatan visi akademik bertajuk “Makan Siang Bersama Dosen & Pembahasan TA Berdampak, Rencana Induk Penelitian, dan Pengabdian“. Tidak sekadar temu santai, acara ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan langkah penelitian, pengabdian, dan pembimbingan mahasiswa ke arah yang lebih berdampak, sejalan dengan program prioritas Kemdiktisaintek.
Sesi pertama dibuka oleh Bapak Ahmad Rio Adriansyah, S.Si., M.Si., Wakil Ketua 1 STT Terpadu Nurul Fikri, yang memaparkan Sosialisasi TA Berdampak. Beliau menekankan pentingnya setiap Tugas Akhir mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai laporan akademik, tetapi menjadi karya yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat atau dunia industri. Paparan ini segera memicu diskusi panjang di antara para dosen. Berbagai pandangan dan pengalaman dibagikan, mulai dari bagaimana mengintegrasikan topik riset mahasiswa dengan kebutuhan mitra eksternal, hingga strategi publikasi dan hilirisasi hasil penelitian. Diskusi ini menjadi semakin menarik ketika mengaitkan konsep TA Berdampak dengan program Kemdiktisaintek, yang mendorong penelitian terapan, inovasi teknologi, dan solusi berbasis sains untuk permasalahan nyata di lapangan.

Selanjutnya, Muh. Syaiful Romadhon, S.Kom., M.Kom., Ketua LPPM STT Terpadu Nurul Fikri, menyampaikan Sosialisasi Kegiatan Riset dan Pengabdian. Ia menguraikan arah Rencana Induk Penelitian (RIP) dan Rencana Strategis Pengabdian (Renstra PKM) ke depan yang bertajuk “Teknologi untuk Umat”. Konsep ini menempatkan teknologi sebagai sarana pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, dengan bidang penerapan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Asta Cita nasional. Dengan demikian, setiap riset dan program pengabdian diharapkan mampu berkontribusi pada target global keberlanjutan sekaligus mendukung visi pembangunan nasional. Tidak hanya itu, beliau juga menegaskan pentingnya penyelarasan arah penelitian dan pengabdian dengan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), sehingga kegiatan yang diinisiasi oleh kampus dapat memiliki relevansi strategis pada tingkat kebijakan nasional. Pendekatan ini diharapkan akan memperkuat posisi STT Terpadu Nurul Fikri sebagai institusi pendidikan tinggi yang berperan aktif dalam inovasi, pengembangan teknologi, dan solusi berbasis sains yang berdampak langsung pada masyarakat.
Dalam sesi berikutnya, Dr. Lukman Rosyidi, M.T., M.M., Ketua STT Terpadu Nurul Fikri, memimpin diskusi pengisian peta jalan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam paparannya, Dr. Lukman mencontohkan rancangan topik riset dan pengabdian untuk lima tahun ke depan yang telah beliau susun, sepenuhnya disesuaikan dengan visi keilmuan masing-masing program studi. Rancangan tersebut dituangkan dalam bentuk peta jalan penelitian dan peta jalan pengabdian yang terstruktur, sehingga setiap dosen memiliki acuan jelas dalam merancang kegiatan akademiknya. Pendekatan berbasis peta jalan ini memastikan bahwa penelitian dan pengabdian tidak berjalan sporadis, melainkan terarah, terukur, dan selaras dengan visi strategis kampus. Dengan demikian, setiap kegiatan yang dihasilkan tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga berdampak luas pada pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Acara ditutup oleh Misna Asqia, S.Kom., M.Kom., Kaprodi Sistem Informasi, yang menyampaikan Sosialisasi Teknis Sistem Pengajuan TA. Penjelasan teknis ini memberikan kejelasan langkah-langkah administrasi bagi dosen pembimbing dan mahasiswa, sekaligus memastikan sistem pengajuan dapat berjalan efektif dan transparan.
Suasana hangat makan siang bersama menjadi perekat kebersamaan, sementara diskusi-diskusi substantif memastikan arah yang diambil kampus tetap relevan dan visioner. Dengan kehadiran 28 dosen yang aktif memberi masukan, kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi dan komunikasi yang intensif adalah kunci kemajuan STT Terpadu Nurul Fikri di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
