Seminar dan Workshop LPPM STT NF “Waste Management”

Pada tanggal 29 juli 2022, STT Terpadu Nurul Fikri mengadakan webinar pengabdian masyarakat LPPM STT NF dengan tema waste management dimana materi ini dijelaskan oleh ibu Yekti Wirani ST. MTI melalui Zoom Meeting.

Tema waste management ini dijelaskan guna berbagi cara pengolahan sampah secara sederhana kepada masyarakat terutama bagi para anak muda agar memiliki gaya hidup peduli sampah/lingkungan. Tema ini pasti nya juga berhubungan dengan minimalisme life style dan zero waste life style.

Menurut ibu Yekti Wirani Zero Waste adalah kesadaran setiap orang tentang bagaimana cara pengelolaan sampah yang benar dan bagai mana mengimplementasikan nya. Komunitas Zero waste sendiri menggunakan cara 6R yaitu Rethink, Refuse, Reduse, Reuse, Repair, Recycle, Rot.

Rethink adalah dimana kita berpikir ulang, apakah kita membutuhkan barang tersebut jika kita membeli nya?, Refuse adalah dimana kita menolak barang yang jika digunakan dapat menjadi sampah, selanjutnya ada Reduse dimana kita mengurangi sampah/ barang yang dimana akan bermuara menjadi sampah, Reuse diaman kita menggunkan ulang benda yang pernah kita pakai, Repair yaitu kita membenarkan barang-barang yang telah rusak tetapi ada kemungkinan bisa dibenarkan sehingga tidak menjadi sampah, selanjutnya ada Recycle dimana kita berupaya mengubah barang yang sudah menjadi sampah menjadi sesuatu yang berguna sehingga mengurangi jumlah penumpukan sampah, dan yang terakhir ada Rot yaitu pencegahan pembusukan sampah Organik dimana kita mencegah pembusukan terhadap sampah organic dengan mengelola nya menjadi pupuk. Tutur Ibu Yekti Wirani ST. MTI selaku dosen STTNF dan anggota komunitas Zero Waste.

Selain Zero waste tema Waste management ini juga berkaitan dengan Minimalism life style yaitu kesadaran tentang kita hanya memiliki sesuatu yang benar-benar kita butuhkan saja untuk menambah nilai hidup kita, seperti kita memeliki circle yang memiliki degan tujuan hidup kita, dengan menerapkan minilisme ini akan membantu kita mencapai tujuan hidup kita. Zero Waste dan Minimalism Life Style berjalan berdampingan dan saling mengibangi untuk membantu bumi kita sehat Kembali.

Dalam Webinar ini Ibu Yekti menggunkan Tagline anak muda dan gaya hidup peduli sampah karena anak muda sangat suka inovasi sehingga pola zero waste dikenalakan olah kaum muda milineal.

Topik selanjutnya yang dibahas oleh ibu yekti adalah penjelasan tentang sampah. Menurut UURI Nomor 18 tahun 2008, Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah terdiri dari sampah Organik atau sampah yang dapat membusuk dan terurai dengan mudah dan juga sampah Anorganik yaitu sampah yang sulit terurai dan perlu waktu lama untuk mengurai nya. Dalam data statistika Dataindonesia.id Sampah yang paling banyak berasal dari sampah rumah tangga yang mencapai angka 42.23% dengan jenis sampah yang paling krusial adalah sampah plastik.

Sampah plastik adalah sampah yang sangat sulit untuk terurai dan dapt mengancam ekosistem alam. Sampah plastic banyak difunakan dengan alasan mudah digunakan, praktis, murah, dan juga cepat. Tanpa disadari dibalik alsan tersebut terdapat akibat buruk yang dapat mengancam bumi tercinta kita.

Selain itu negara idonesia berada didalam peringkat 10 besar negara terbanyak yang membuang sampah kelaut pada tahun 2022, dengan data tersebut menunjukan bahwa tingkat kesadaran masyarakat Indonesia masih rendah terhadap sampah. Lalu bagaimana cara kita agar negara Indonesia terbebas dari sampah?, cara nya adalah dengan mengelola sampah tersebut.

Yang pertama adalah cara pengelolahan sampah organik. Sudah di jelaska diatas bahwa sampah organic adalah sampah yang bisa membusuk dan mudah terurai. Lalu bagaimana cara mengelola sampah tersebut agat tidak mengancam ekosistem alam?

  1. Menyediakan wadah khusus untuk menampung sampah organic.
  2. Menggunakan bantuan komposter agar sampah yang tersimpan dapat menjadi pupuk.
  3. Sisa sampah organic digunakan menjadi pupuk kompos.
  4. Mengikuti sosial media yang berkaitan dengan penanganan sampah seperti, Zero Waste. Selanjut nya adalah cara pengelolaan sampah Anorganik diantaralain :
  5. Siapkan wadah tersendiri untuk menampung sampah Anorganik.
  6. Bersihkan sampah Anorganik agar terhindar dari kotoran.
  7. Berikan sisa sampah ke pengerajin Umkm untuk dijadikan kerajinan tangan.
  8. Menyerahkan sampah Anorganic ke recycling center terdekat.
  9. Membuat ecobricdari sampah anorganik.

Cara-cara diatas dapat kita gunakan untuk mengelola sampah organic maupun Anorganik agar tidak menyebabkan terancamnya ekosistem alam dimana bukan hanya manusia yang dirugikan tetapi semua makhluk hidup yang berada didunia ini.

Dengan mengelola sampah kita juga mendapat manfaat yang sangat besar diantara nya adalah menghemat energi yaitu sampah dapat diubah menjadi sumber energi baru yaitu biogas dan pupuk kompos, Mengurangi polusi jika kita mengelola sampah dengan benar polusi darat dan udara pun berkurang, Menghemat SDA dengan melakukan pengelolaan sampah kita dapat menggunakan SDA dengan hemat seperti tisu, Ekonomis yaitu dengan modal kreatifitas sampah dapat menjadi barang berharga, dan yang terakhir adalah menghemat uang yaitu dengan menggunakan barang yang dapat digunakan.

Pembahasan terakhir yang dipaparkan oleh ibu yekti adalah tentang cara mengurangi sampah plastic. Cara-cara tersebut diantara lain.

  1. Membawa tas belanja sendiri.
  2. Membawa botol minum sendiri.
  3. Memakai lap kain dan sapu tangan sebagai pengganti tissue.
  4. Tidak menggunakan sedotan plastic.

Dengan berakhir nya pembahasan terakhir menjadi penutup webinar LPPM STT NF yang bertema waste management. Semoga dengan adanya webinar ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk menjalagi gaya hidup peduli sampah agar pupulasi sampah plastik dan sampah lain nya berkurang sehingga tidak menjadi ancaman bagi kita para makluk hidup yang masih menginginkan kehidupan yang indah di bumi tercinta ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published.